Artikel Turun ke Lapangan: Respons Cepat TBM USMR FK UIN Jakarta di Tengah Abu Kebakaran Kapuk Muara, Penjaringan
Minggu, 8 Juni 2025 – Udara masih terasa berat oleh sisa-sisa asap dan debu ketika Tim Advance TBM USMR FK UIN Jakarta tiba di lokasi kejadian. Pada Jumat, 6 Juni 2025, sekitar pukul siang, api besar melahap permukiman padat penduduk di kawasan Kapuk Muara, Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Titik api berasal dari Jalan Duta Harapan Indah, sebuah kawasan RT 07/RW 02 yang dikenal dengan rumah-rumah semi-permanen berdempetan rapat, membuat kobaran api dengan cepat menyebar.
Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) DKI Jakarta berjibaku selama berjam-jam—bahkan hingga malam hari—untuk memadamkan api. Proses pendinginan pun berlanjut hingga dini hari. Akhirnya, api berhasil dikendalikan sepenuhnya. Namun, harga yang harus dibayar terlalu mahal: 485 bangunan rumah warga hangus terbakar, meninggalkan puing-puing hitam dan kenangan yang terbakar. Lebih dari 3.200 jiwa terdampak langsung, dan 1.864 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat penampungan sementara di Lapangan Jalan Duta Harapan Indah.
Sesaat setelah mendapat laporan awal, Tim Siaga Medis TBM USMR langsung bergerak. Kami mengirim Tim untuk melakukan assessment mendalam di lokasi. Hasilnya sungguh memilukan sekaligus menggetarkan semangat kami untuk terus bergerak. Kawasan pasca-kebakaran dipenuhi debu halus yang beterbangan, menciptakan risiko tinggi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) bagi penyintas maupun relawan yang turun membantu. Masker menjadi barang wajib, bukan lagi pilihan.
Di pos pengungsian Lapangan Jalan Duta Harapan Indah, 13 tenda didirikan sebagai tempat berteduh sementara. Pengungsi diperkirakan akan berada di sana selama sekitar **7 hari** ke depan sambil menunggu proses rehabilitasi dan relokasi. Data demografi penyintas per 7 Juni 2025 yang kami dapatkan menunjukkan kerentanan yang tinggi:
- **Balita**: 179 jiwa
- **Anak-anak**: 390 jiwa
- **Dewasa**: 1.646 jiwa
- **Lansia**: 82 jiwa
- **Penyandang disabilitas**: 2 jiwa
- **Ibu hamil**: 16 jiwa
Kelompok rentan ini—terutama balita, anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas—memerlukan perhatian khusus. Mereka bukan hanya kehilangan tempat tinggal, tapi juga akses dasar terhadap nutrisi, kebersihan, dan kesehatan.
**Kebutuhan mendesak di lapangan** yang kami identifikasi dari assessment meliputi:
**1. Pangan**
- Susu formula untuk bayi dan anak
- Makanan pendamping ASI (MPASI), makanan bayi, serta makanan anak-anak
- Makanan instan, snack, biskuit sebagai cadangan cepat saji
- Paket sembako lengkap untuk keluarga
**2. Sandang**
- Baju dewasa dan anak-anak (berbagai ukuran)
- Pakaian dalam
- Sarung, mukena, dan pakaian muslimah lainnya
- Sandal/sepatu
**3. Kebutuhan lain-lain**
- Selimut tebal (malam hari di lapangan terbuka terasa dingin)
- Handuk
- Alat mandi (sabun, sikat gigi, pasta gigi, dll.)
- Minyak kayu putih dan obat-obatan dasar
- Pampers untuk balita
Dari sisi kesehatan, posko medis sementara sudah didirikan oleh Puskesmas Penjaringan dan PK3D dengan sistem **3 shift** (pagi hingga malam). Hingga hari ini (8 Juni 2025), total pasien yang ditangani mencapai **114 orang** per hari. Keluhan terbanyak adalah **ISPA** (akibat debu dan asap), **dispepsia** (gangguan pencernaan karena pola makan tidak teratur), **pruritus** (gatal-gatal kulit), **myalgia** (nyeri otot), serta beberapa kasus **luka minor** akibat evakuasi tergesa-gesa.
PIC BPBD setempat secara tegas merekomendasikan tambahan **SDM kesehatan**—khususnya mahasiswa kedokteran, co-ass, dokter muda, hingga dokter umum—untuk memperkuat posko. Saat ini hanya ada satu posko utama, sehingga beban kerja sangat tinggi. Untuk menjangkau lebih banyak penyintas—terutama lansia, ibu hamil, balita, dan anak-anak yang sulit berjalan jauh ke posko tetap—**kami melakukan pemeriksaan kesehatan mobile ke tenda-tenda pengungsian**. Dengan membawa tensimeter, stetoskop, termometer, obat simptomatik dasar, serta masker dan vitamin, tim medis TBM USMR berkeliling dari tenda ke tenda. Kami memeriksa tanda vital, mendengarkan keluhan, memberikan edukasi pencegahan ISPA, membagikan masker medis, dan memberikan pengobatan awal bagi yang membutuhkan. Pendekatan mobile ini memungkinkan kami menjangkau penyintas yang masih trauma, lemah, atau menjaga anak kecil di dalam tenda, sehingga tidak ada yang tertinggal dari layanan kesehatan dasar.
TBM USMR FK UIN Jakarta siap berkontribusi lebih jauh dengan mengerahkan tim medis relawan yang telah terlatih dalam manajemen bencana, triage, penanganan darurat pernapasan, serta pemeriksaan kesehatan komunitas bergerak. Kami juga terus berkoordinasi dengan Puskesmas dan BPBD untuk memastikan layanan kesehatan tetap berkelanjutan.
Bencana ini mengingatkan kita kembali betapa rapuhnya kehidupan di permukiman padat dengan infrastruktur minim. Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik (masih dalam penyelidikan) ini terjadi di tengah suasana Hari Raya Idul Adha, menambah kepedihan karena banyak warga baru saja merayakan hari besar dengan penuh harap—namun kini harus memulai dari nol.
**Kepada seluruh civitas akademika UIN Jakarta, alumni FK, mitra organisasi, dan masyarakat luas**: mari kita satukan langkah. Donasi barang kebutuhan mendesak dapat disalurkan melalui posko resmi TBM USMR atau koordinasi dengan BPBD Penjaringan. Tim kami juga terus memantau perkembangan dan siap turun lagi untuk tahap recovery dan rehabilitasi medis jangka panjang.
Solidaritas bukan sekadar kata—ia adalah tindakan. Terima kasih kepada seluruh relawan yang telah bergerak, tim advance yang bertahan di lokasi berdebu, tim mobile yang berjalan dari tenda ke tenda, dan seluruh pihak yang mendukung. Bersama, kita hadir untuk mereka yang kehilangan segalanya dalam sekejap api.
**“Di tengah puing dan tenda, kami hadir membawa harapan dan pertolongan.”**
Tim Siaga Medis – TBM USMR FK UIN Jakarta
#USMRTurunBencana #PemeriksaanMobile #SolidaritasUntukPenjaringan #KesehatanUntukSemua
(Referensi: Assessment Report & Laporan Lapangan Tim Siaga Medis TBM USMR FK UIN Jakarta, 8 Juni 2025)
UPDATE LAPORAN BENCANA: Respons Cepat TBM USMR FK UIN Jakarta di Kebakaran Permukiman Bendungan Hilir, Tanah Abang
Selasa, 18 November 2025 – Hanya beberapa hari setelah kejadian tragis, api kembali mengamuk di jantung ibu kota. Pada Minggu malam, 16 November 2025 pukul sekitar 20.30–20.40 WIB, kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Jalan Bendungan Hilir Nomor 118, RT 13/RW 06, Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Api yang diduga berasal dari salah satu rumah atau kos-kosan menyebar dengan cepat di antara bangunan semi-permanen yang saling berdempetan, menghanguskan **20 rumah warga**, **1 fasilitas gym (FTL gym)**, dan **1 kantor umroh** di kawasan tersebut.
Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) DKI Jakarta mengerahkan puluhan personel dan unit untuk memadamkan api yang sempat membuat warga panik dan berhamburan keluar. Proses pemadaman berlangsung intens hingga api berhasil dikendalikan sepenuhnya. Syukurnya, **tidak ada korban jiwa** yang dilaporkan, dan tidak ada luka berat. Namun, beberapa warga dan bahkan petugas Damkar mengalami luka ringan akibat asap dan proses evakuasi.
Menurut update terbaru dari **BNPB** dan koordinasi lapangan **TBM USMR FK UIN Jakarta** per 18 November 2025, total **74 jiwa** (berdasarkan data terkini yang diterima tim kami) terdampak dan menjadi pengungsi. Angka ini lebih rendah dari estimasi awal beberapa media (sekitar 150 jiwa dari 30–33 KK), kemungkinan karena sebagian warga sudah kembali ke kerabat atau penanganan pengungsian yang lebih terfokus. Para pengungsi saat ini ditampung di tempat aman sementara, dengan dukungan tenda pengungsian yang telah didirikan.
**Bantuan yang telah diterima** oleh penyintas meliputi:
- Tenda pengungsian dan tempat penampungan sementara
- Layanan kesehatan dasar (posko medis dari Puskesmas setempat dan mitra)
- Makanan siap saji dan paket sembako
- Pakaian serta kebutuhan dasar harian lainnya
Meski demikian, kebutuhan jangka menengah dan panjang tetap mendesak, terutama karena banyak keluarga kehilangan seluruh harta benda dan tempat tinggal. Dari assessment awal tim USMR, **kebutuhan prioritas** yang masih sangat dibutuhkan antara lain:
- **Bahan bangunan** (triplek, seng, kayu, genteng, dll.) untuk rehabilitasi rumah sementara atau permanen
- **Perlengkapan sekolah** (buku tulis, tas, alat tulis, seragam) bagi anak-anak korban yang harus melanjutkan pendidikan
- **Baju balita** dan pakaian anak-anak berbagai ukuran, termasuk pakaian dalam serta alas kaki
TBM USMR FK UIN Jakarta terus memantau situasi melalui koordinasi dengan BNPB, BPBD DKI Jakarta, dan Puskesmas setempat. Tim kami siap mengerahkan relawan mahasiswa kedokteran, co-ass, dan dokter muda untuk memperkuat layanan kesehatan jika diperlukan—terutama pemeriksaan kesehatan mobile, penanganan ISPA akibat asap, serta dukungan psikososial bagi penyintas yang masih trauma.
Kebakaran ini kembali mengingatkan kita akan kerentanan permukiman padat di Jakarta Pusat, di mana listrik overload, instalasi tak standar, dan jarak antar-bangunan yang sangat rapat sering menjadi pemicu bencana serupa. Di tengah hiruk-pikuk kota, 74 jiwa ini kini harus membangun kembali kehidupan dari nol—dengan harapan dan bantuan dari kita semua.
**Kepada seluruh civitas akademika UIN Jakarta, alumni FK, mitra TBM, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat luas**: mari kita perkuat solidaritas. Donasi bahan bangunan, perlengkapan sekolah, baju balita, serta dukungan moril dapat disalurkan melalui posko resmi TBM USMR FK UIN Jakarta atau langsung berkoordinasi dengan BPBD/Badan Penanggulangan Bencana setempat.
Terima kasih kepada tim advance yang sigap turun ke lapangan, relawan yang terus bergerak, dan seluruh pihak yang telah memberikan bantuan cepat. Kita bukan hanya saksi, tapi juga bagian dari solusi.
**“Di antara puing dan tenda, kami hadir membawa harapan dan aksi nyata.”**
Tim Siaga Medis – TBM USMR FK UIN Jakarta
#USMRTurunBencana #SolidaritasUntukBenhil #RehabilitasiPascaKebakaran #KesehatanUntukSemua
(Sumber: Update BNPB, BPBD DKI Jakarta, dan Laporan Lapangan TBM USMR FK UIN Jakarta, 18 November 2025)