Artikel Pendidikan Dasar (Dikdas) Periode 2025/2026
Pendidikan Dasar (Dikdas) merupakan program kerja perdana Divisi Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) pada periode kepengurusan ini. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk pembekalan awal bagi anggota inti XX USMR yang baru bergabung agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar sebelum aktif sebagai Tim Bantuan Medis (TBM). Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memahami prinsip dasar kegawatdaruratan medis, alur kerja tim, serta batasan kompetensi sebagai mahasiswa kedokteran dalam memberikan pertolongan.
Pendidikan Dasar dilaksanakan secara luring dan daring pada sore hari setelah kegiatan perkuliahan selama tiga hari, yaitu pada tanggal 26–28 Mei 2025, dengan ujian akhir yang diselenggarakan pada 2 Juni 2025. Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dengan lancar dan tertib. Seluruh peserta mengikuti rangkaian acara dengan antusias, aktif berdiskusi, serta menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap setiap materi yang disampaikan.
Selama pelaksanaan Dikdas, terdapat enam materi utama yang diberikan. Pada hari Senin, 26 Mei 2025, materi pertama yang disampaikan adalah Initial Assessment dan Basic Life Support (BLS) oleh dr. Wafa Sofia Fitri. Materi ini membahas prinsip dasar penilaian awal pada korban, mulai dari primary survey dan secondary survey, sistem triase dan tagging pada situasi bencana, hingga konsep dan teknik Bantuan Hidup Dasar.
Masih pada hari yang sama, materi kedua adalah Pengenalan PTBMMKI yang dibawakan oleh Kak Alifiannisa Aisyah selaku Koordinator Wilayah 2 PTBMMKI. Materi ini mencakup sejarah berdirinya PTBMMKI, visi dan misi organisasi, filosofi lambang dan maknanya, serta pengenalan mars organisasi. Selain itu, dijelaskan pula struktur organisasi, bagan kepengurusan, divisi-divisi yang ada beserta tugas pokok dan fungsinya, program kerja tiap bidang, pembagian wilayah, serta daftar TBM institusi yang tergabung di dalamnya.
Pada hari Selasa, 27 Mei 2025, materi ketiga yaitu Kegawatdaruratan Sehari-hari disampaikan oleh dr. Muhammad Alif Adril. Materi ini diawali dengan pembahasan dasar mengenai fraktur, luka, dislokasi, perdarahan, serta strain dan sprain. Selanjutnya dijelaskan mengenai prinsip penanganan awal, stabilisasi korban, serta terapi simptomatik sederhana yang dapat diberikan sebelum rujukan lebih lanjut.
Masih di hari yang sama, materi keempat adalah Farmakologi Praktis yang dibawakan oleh Prof. dr. Flori Ratna Sari, Ph.D. Materi ini membahas dasar-dasar farmakologi, mekanisme kerja obat, indikasi dan kontraindikasi, serta berbagai obat yang umum digunakan dalam penanganan kegawatdaruratan maupun kasus medis sehari-hari. Selain itu, ditekankan pula batasan kewenangan mahasiswa kedokteran dalam pemberian terapi farmakologis sebagai bagian dari Tim Bantuan Medis, sehingga peserta memahami aspek etika dan legalitas dalam praktik lapangan.
Pada hari Rabu, 28 Mei 2025, materi kelima yaitu Teamwork disampaikan oleh Kak Abiyyu Islam A.H. Materi ini menekankan pentingnya kerja sama tim dalam situasi kegawatdaruratan dan kebencanaan. Dibahas mengenai komunikasi efektif, kepemimpinan dalam tim medis, pembagian peran dan tanggung jawab, manajemen konflik, serta pentingnya kepercayaan dan koordinasi antaranggota.
Materi terakhir adalah Trauma Lingkungan yang dibawakan oleh Kak Valiant Zahirul Azmi. Materi ini mencakup berbagai kasus trauma lingkungan yang sering ditemui, seperti mountain sickness, hipotermia, dan hipertermia. Pembahasan meliputi klasifikasi, faktor risiko, tanda dan gejala klinis, hingga tatalaksana awal yang dapat dilakukan di lapangan. Peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya pencegahan serta respons cepat terhadap kondisi lingkungan ekstrim.
Sebagai penutup, dilaksanakan ujian pada tanggal 2 Juni 2025 untuk mengevaluasi pemahaman peserta terhadap seluruh materi yang telah diberikan. Ujian ini menjadi indikator kesiapan anggota baru dalam menjalankan peran sebagai bagian dari Tim Bantuan Medis.
Secara keseluruhan, kegiatan Pendidikan Dasar ini berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan, yaitu memberikan fondasi ilmu, keterampilan, serta sikap profesional bagi anggota inti XX USMR yang baru bergabung. Diharapkan, melalui pembekalan ini, seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh secara bertanggung jawab dan sesuai kompetensi dalam setiap kegiatan TBM ke depannya.