Bakti Sosial USMR
2024
Oleh Najwa
Zhafira
USMR, SIAP
USMR, SIAP
USMR, SIAP SIGAP
TANGGAP
Gaung USMR terdengar lantang sebagai pembuka dari kegiatan bakti
sosial.
“Manusia manusia
terdidik harus setidak-tidaknya sekurang-kurangnya punya cukup martabat dan
kesadaran sosial untuk memberikan kontribusi balik kepada masyarakat setelah
sedemikian banyak yang masyarakat berikan, ke kita semua” Begitu kurang
lebihnya sabda dari Bapak Tan Malaka, Sang idealis dari Tanah Sumatra.
Berkaca dari kalimat di atas, di penghujung Oktober tahun ini TBM USMR
bersinergi bersama beberapa pihak demi terlaksananya kegiatan yang memiliki
misi dalam aksi sosial dan kemanusiaan. Kegiatan ini berlangsung di Desa
Cipayung, sebuah desa kecil yang letaknya berada di kawasan marginal Ibukota
Jakarta. Tepatnya di Yayasan Panti Asuhan Amal Wanita. Awalnya, kami berasumsi
bahwa panti asuhan ini dikelola dan dihuni oleh sebagian kalangan wanita, ya—sesuai
dengan representasi namanya. Tetapi, setelah dilakukan survey secara konsisten,
panti asuhan ini tidak sama sekali memandang dan mengkotak-kotakkan gender
dalam menjalankan misi sosial dan kemanusiaannya. Panti Asuhan Amal Wanita
sudah selayaknya oase di tengah kota yang menampung banyak kisah dan kasih
anak-anak dari berbagai macam usia, ras, suku, dan latar belakang.
Ada beberapa kisah dari salah satu anak panti, bernama Lana (yang
namanya kami samarkan) yang berasal dari pulau seberang. Lana waktu itu masih
berusia jagung sewaktu diantar oleh ayah kandungnya sendiri ke panti dengan
dalih ayahnya akan menikah lagi. Dan hingga kini, Lana menginjak usia akil
baligh dan belum pernah sekalipun mendapati ayahnya menjenguknya di panti.
Sayang beribu sayang. Tapi, Lana tetap melanjutkan mimpi-mimpinya, dan tumbuh
selayaknya temannya yang lain di panti.
Dari kisah tadi, kami dari TBM USMR banyak terdorong untuk sekedar
bertegur sapa atau menyulam kembali senyum di wajah anak-anak Panti Asuhan Amal
Wanita. Lewat kegiatan Bakti Sosial yang bertemakan Gempita “Generasi Peduli
Gizi Sehat dan Tanggap Gempa”, kami mengkolaborasikan kegiatan persuasif dan
preventif. Karena untuk menuju target pembangunan berkelanjutan di tahun 2030
mendatang, perlu termanifestasikannya salah satu poin dari ke-17 poin SDGs (Sustainable Development Goals) yaitu
Kehidupan yang sehat dan sejahtera. Selain itu, kami juga berkolaborasi dengan
pihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana
Daerah) untuk mengenalkan kepada anak-anak panti agar mereka lebih mawas
terhadap bencana gempa yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Antusiasme anak panti
terefleksikan dari keaktifan mereka saat pihak BPBD memaparkan materi tentang
kegawatdaruratan gempa.
Tidak lupa, kami dari TBM USMR juga mengulurkan kasih dan kepedulian dari khalayak lewat donasi yang telah terkumpul. Kami menyalurkan beberapa kebaikan dari donatur yang sudah bersedia menyumbangkan hartanya, atau barangkali anda sendiri yang sedang membaca rekam narasi ini—dalam bentuk bingkisan-bingkisan yang sekiranya nanti dapat berguna untuk menunjang kesehatan dan pendidikan anak-anak panti asuhan. Walaupun pemberiannya tidak seberapa, tapi kami yakin yang tidak seberapa itu berarti selayaknya harta karun tersendiri bagi mereka yang membutuhkan.
Bisakah kita
tetap memberi
Walau tak suci?
Bisakah terus
mengobati
Walau membiru?
—Begitu kurang
lebihnya pesan yang didapat dari Baskara Putra dalam lirik lagunya yang
berjudul membasuh.
Kami mencoba mengimplementasikannya dalam kegiatan bakti sosial ini
walaupun tentunya masih banyak kekurangan dari para panitia baksos ini sendiri.
Dan beribu harap dari kami, aksi sosial dan kemanusiaan semacam ini dapat terus
nantinya terestafetkan di generasi-generasi Tim Bantuan Medis selanjutnya
nanti.
Ciputat, 04 November 2024