ARTIKEL JUNGLE RESCUE (DIKJUT)
DIKJUT periode 2024/2025 atau "Pendidikan Lanjutan" merupakan salah satu pendidikan wajib bagi para angti (Angkatan Inti) USMR. Dikjut merupakan salah satu rangkaian pendidikan USMR yang diadakan oleh divisi Diklat. Dikjut bertujuan untuk menambah wawasan para anggota USMR mulai dari teknik survival sampai teknik evakuasi, melatih kesigapan para anggota USMR, serta menerapkan pengetahuan yang dibutuhkan anggota USMR untuk melakukan pertolongan ke masyarakat saat terjadi bencana.
Kegiatan DIKJUT bertemakan “TARZAN” Tremendeous Action with a Zealous Adventure. Dengan diisi 3 kegiatan besar yaitu, Water Rescue, Vertical Rescue, dan Jungle Rescue. Kegiatan Water dan Vertical Rescue sudah dilakukan terlebih dahulu pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu tepatnya pada 8, 9, 10 November 2024. Saat ini dilakukannya Jungle Rescue yaitu pada 21-23 Februari 2025. Acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari Jumat, 21 Februari 2025, hingga Minggu, 23 Februari 2025, di Bumi Perkemahan Cidahu. Kegiatan Jungle Rescue ini bertujuan untuk melatih ketahanan fisik, keterampilan navigasi, serta kemampuan penyelamatan di kondisi darurat di alam terbuka. Kegiatan ini dilakukan dengan kerjasama dan bantuan dari IMANI Care, Basarnas, Human Initiative, Sabwahana, Global Medical Care Indonesia, Satya Putra Bangsa, Rufaidah Humanity Care, dan Baznas Bazis.
Hari Pertama: Jumat, 21 Februari 2025
Kegiatan dimulai pada sore hari sepulang kuliah di Kampus FK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan registrasi dan pengecekan barang bawaan. Setelah ISHOMA, peserta dan panitia berkumpul di lobby untuk pembukaan acara oleh Kak Haekal (angti XVII), sambutan-sambutan, serta doa bersama oleh Bagoes dan Zahra (angti XIX). Setelah selesai dilakukan apel pembukaan dilanjutkan mempersiapkan keberangkatan menuju Bumi Perkemahan Cidahu. Setibanya di lokasi pada malam hari, peserta mengeluarkan barang”nya dari tronton kemudian berbaris dan memulai tracking ke lokasi perkemahan. Setelah sudah sampai peserta mulai melakukan pemasangan tenda dibantu oleh panitia dan mentor yaitu Kak Dennis (Imani Care), Kak Wakso (Imani Care), Kak Faris (Human Initiative), dan Kang Jaka (Human Initiative) dilanjut briefing sebelum beristirahat untuk kegiatan esok harinya.
Hari Kedua: Sabtu, 22 Februari 2025
Pagi hari dimulai dengan wake-up call, Shalat Subuh, serta sesi Samapta (olahraga) untuk meningkatkan kebugaran fisik peserta. Setelah sarapan dan bersih-bersih, peserta bergerak menuju ruang kelas untuk menerima materi pelatihan.
Materi yang diberikan meliputi:
- Materi dan Praktik Komunikasi Lapangan, yang mengajarkan teknik komunikasi dalam kondisi darurat. Materi disampaikan oleh Pak Rifky dari GMCI.
- Materi Wawasan Kebangsaan, yang bertujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan kebersamaan peserta oleh Pak Subandi dari SPB.
- Materi dan Praktik E-SAR (Emergency Search and Rescue), di mana peserta mempelajari teknik pencarian dan penyelamatan di alam bebas oleh Pak Sholih dari Basarnas.
Pada sore hari, peserta mendapatkan materi kebencanaan oleh Pak Subur dari HI serta praktek navigasi darat oleh Pak Nasrul dari Basarnas, yang melatih peserta dalam membaca peta dan menggunakan kompas untuk menentukan arah. Kegiatan berlanjut dengan perjalanan menuju Area 2 untuk mendirikan bivak alam, sebagai bagian dari latihan bertahan hidup di alam liar. Peserta dibawa berjalan ke dalam hutan dengan bergandengan tangan dan peserta dilatih untuk tetap waspada serta peduli terhadap satu sama lain. Setelah itu, saat malam hari peserta kembali ke camp untuk membersihkan diri dan menikmati waktu bebas dengan snack time dari mobil dapur HI sebelum beristirahat.
Hari Ketiga: Minggu, 23 Februari 2025
Hari terakhir kegiatan dimulai dengan wake-up call, Shalat Subuh, dan sarapan yang dimasak sendiri perkelompok. Setelah itu, peserta bersiap untuk simulasi bencana, di mana mereka menerapkan semua keterampilan yang telah dipelajari, termasuk navigasi, komunikasi, dan teknik penyelamatan. Peserta dibagi dua tim yaitu tim pencari dan tim di posko kesehatan. Nantinya tim pencari akan membuka jalan hutan dan menjadi navigator untuk mencari korban sedangkan tim posko medis akan berjaga, menerima informasi, dan menghandle situasi.
Setelah evaluasi simulasi, pada siang hari kegiatan ditutup dengan penutupan oleh Kak Dennis dan kakak-kakak panitia, lalu sesi di sungai sebagai bagian dari relaksasi dan refleksi. Setelah membersihkan area perkemahan, peserta kembali ke Kampus FK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Kegiatan Jungle Rescue ini memberikan pengalaman yang berharga bagi peserta dalam memahami pentingnya kesiapsiagaan dan keterampilan bertahan di alam liar. Para peserta juga sangat antusias dan semangat karena merupakan pengalaman dan ilmu baru bagi mereka. Dengan kombinasi teori dan praktik, peserta mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang teknik penyelamatan dan tanggap darurat, yang sangat berguna bagi anggota USMR, calon tenaga medis dan tim SAR di masa depan. Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih banyak kepada para Mentor, Panitia, Imani Care, Basarnas dan pihak-pihak yang bersangkutan lainnya atas terselesaikannya dengan lancar rangkaian akhir dari kegiatan Pendidikan Lanjut ini. USMR? Siap! Sigap! Tanggap!!