DIKJUT periode 2024/2025 atau "Pendidikan
Lanjutan" merupakan salah satu pendidikan wajib bagi para angti (Angkatan
Inti) USMR. Dikjut merupakan salah satu
rangkaian pendidikan USMR yang diadakan oleh divisi Diklat. Diawali dengan
Pendidikan Dasar (DIKDAS) pada bulan juli lalu, kemudian berlanjut menuju
rangkaian yang kedua yaitu Pendidikan Berjenjang (DIKJANG) pada oktober,
kemudian masuk ke dalam rangkaian selanjutnya yaitu Pendidikan Lanjutan
(DIKJUT). Dikjut bertujuan untuk menambah wawasan para anggota USMR mulai dari
teknik survival sampai teknik evakuasi, melatih kesigapan para anggota USMR,
serta menerapkan pengetahuan yang dibutuhkan anggota USMR untuk melakukan
pertolongan ke masyarakat saat terjadi bencana.
Kegiatan DIKJUT bertemakan “TARZAN” Tremendeous Action with a Zealous Adventure. Dengan diisi 3 kegiatan besar yaitu, Water Rescue, Vertical Rescue, dan Jungle Rescue. Water dan Vertical Rescue dilakukan terlebih dahulu pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu tepatnya pada 8, 9, 10 November 2024.
Acara dimulai dengan pembawaan materi Water dan Vertical Rescue pada Senin, 8 November 2024 di Kampus Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta oleh pemateri-pemateri keren dari KMPLHK Ranita UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pertama-tama dijelaskan materi Water Rescue oleh kak Zakaria atau biasa dipanggil Kak Jap-Jap. Banyak materi yang disampaikan, mulai dari persiapan seorang rescuer saat penyelamatan air, peralatan air, awak perahu dan tugasnya, komunikasi di air, teknik dayung, self rescue, metode penjangkauan korban, teknik pencarian korban, dan masih banyak lagi. Tentunya penyampaian materi juga diikuti games dan sesi tanya jawab sehingga peserta antusias dan kegiatan berlangsung dengan lancar.
Hari ke-2 DIKJUT yaitu Sabtu, 9 November 2024 dilakukannya praktek Vertical Rescue yang bertempat di Kampus 1 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Acara dimulai dengan latihan fisik dan pemberian materi pembuatan harness serta simpul dan jeratnya menggunakan webbing tubular. Peserta membuat harnessnya dengan webbing tubularnya masing-masing. Kemudian, peserta dibagi menjadi 3 kelompok yang nantinya akan rolling ke pos berikutnya. Terdapat 3 pos yaitu pos Wall Climbing, Rappelling, dan Rope System. Setiap pos terdapat kakak-kakak dari RANITA sebagai mentor yang akan mempraktekkan materi-materinya. Nantinya, diharapkan peserta dapat mempraktekkan materi yang sudah dijelaskan di hari sebelumnya.
Saat di pos 1 “Wall Climbing” setiap peserta diajarkan dan mempraktikkan teknik memanjat, perlengkapan keamanan, dan masih banyak lagi. Berlanjut ke pos 2 “Rappeling” dimana peserta diajarkan mengenai perlengkapan, persiapan, dan teknik menuruni tebing dari ketinggian 10 meter kemudian mempraktikkannya masing-masing. Terakhir, pos 3 “Rope System” kita diajarkan terlebih dahulu mengenai sistem-sistem yang digunakan pada saat vertical rescue, seperti sistem pulley yaitu AZM. Dalam teknik Vertical Rescue penguasaan system pulley adalah hal yang sangat penting yang harus dikuasai oleh seorang rescuer karena kemampuan ini kerap digunakan dalam proses evakuasi korban ke titik yang lebih aman. Selanjutnya, dalam pos 3 ini peserta dibagi per tim yang nantinya akan mempraktekkan pembuatan sistem AZM dalam waktu singkat dan sebaik mungkin.
Selanjutnya, di akhir acara terdapat simulasi pertolongan
vertical rescue dengan menunjuk 10 orang yang berperan sebagai rescuer, korban,
dan pembuat sistem yang berjalan dengan seru. Acara DIKJUT juga diselingi
dengan waktu istirahat, sholat, makan. Kemudian, acara DIKJUT hari ke -2
diakhiri dengan evaluasi, briefing
esok hari, penutupan dan foto bersama.
Pada hari ke-3 DIKJUT yaitu Minggu, 10 November 2024 merupakan kegiatan Water Rescue yang bertempat di Danau Situ Gintung. Dalam kegiatan praktek ini, peserta mempraktekkan ilmu water rescue yang sudah disampaikan di hari sebelumnya sekaligus belajar berenang. Acara dimulai dengan pemanasan dan briefing dari pemateri terkait alat-alat keamanan yang digunakan saat water rescue dan pendamping kelompok yang akan menemani saat latihan praktik nanti. Terdapat banyak hal yang akan dipelajari dan dipraktekkan masing-masing peserta, yaitu teknik mendayung, berenang, metode penyelamatan diri, komunikasi, cara melempar tali, metode penjangkauan korban, dan teknik pencarian korban.
Kemudian, setelah briefing peserta dipastikan keamanannya dengan mengecek helm, pelampung, dan hal lainnya sudah terpasang dengan benar dan aman. Peserta diarahkan untuk menaiki perahu dan nantinya akan diajarkan terkait teknik mendayung, komunikasi, cara melempar tali, dan masih banyak lagi. Setelah itu, peserta diarahkan ke tengah danau yang nantinya peserta akan turun dari perahu untuk belajar teknik berenang, metode penjangkauan korban, dan penyelamatan diri. Kita diajarkan teknik offensive yaitu berenang dengan cara melawan arus dan defensive yaitu berenang mengikuti arus.
Di akhir
kegiatan, dilakukannya simulasi apabila terdapat korban tenggelam sehingga
peserta mempraktekan cara menaikkan korban dan dan memberhentikan perahu dekat
dengan korban. Kemudian terdapat “flip flop” yaitu dimana kita mempraktekkan
cara membalikan perahu dan menaiki perahu dalam keadaan terbalik. Acara
berlangsung dengan lancar dan diiringi antusiasme peserta yang meningkat
meskipun terdapat hujan. Kegiatan pun berakhir diakhiri dengan sesi foto,
pembersihan tempat sekitar, bersih-bersih alat, evaluasi, dan doa penutupan.
.