Pendidikan Dasar merupakan program kerja divisi Diklat pertama yang dilaksanakan pada kepengurusan ini. Dikdas bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar yang dibutuhkan sebagai bekal menjadi Tim Bantuan Medis (TBM) kepada anggota inti XIX USMR yang baru saja bergabung. Kegiatan Pendidikan Dasar awalnya dicanangkan untuk diadakan secara offline pada sore hari sepulang kuliah di kelas 408 selama 3 hari materi dan 1 hari ujian dimulai sejak Selasa 2 Juli hingga Kamis 3 Juli 2024, namun ada kendala yang menjadikan Dikdas terpaksa dilaksanakan secara online. Meskipun demikian, acara dapat berlangsung lancar dan diikuti oleh pada peserta dengan antusias.
Masih di hari yang sama, materi kedua adalah pengenalan PTBMMKI oleh kak Gigih Pratama yang merupakan ketua umum PTBMMKI pusat. Materi yang dibawakan mencakup sejarah, visi dan misi, pengenalan lambang dan maknanya, mars, struktur organisasi, bagan kepengurusan organisasi, pengenalan beberapa pengurus, divisi atau bidang yang terdapat di dalam PTBMMKI beserta tupoksi kerjanya, program kerja tiap bidang, pembagian wilayah beserta TBM institusi yang tergabung, serta kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan TBM.
Pada hari Rabu 3 Juli 2024 materi ketiga yaitu Airway Breathing Management dibawakan oleh dokter Surya. Diawali oleh materi dasar pernapasan dan triase kemudian dilanjutkan dengan cara melakukan manajemen airway, faktor penyulit, teknik yang dapat dilakukan, cara pemeliharaan jalan napas, alat yang digunakan, indikasi, serta komplikasi yang dapat terjadi.
Materi keempat adalah materi yang membedakan Pendidikan Dasar tahun ini dengan tahun sebelumnya, yaitu Trauma Lingkungan yang dibawakan oleh kak Bayu Satrio Anggito, S.Ked mencakup kasus-kasu trauma lingkungan yang sering terjadi seperti mountain sickness, hypothermia, hyperthermia, dari segi klasifikasi, tanda dan gejala, hingga tatalaksana sederhana yang dapat diberikan.
Di hari Kamis 4 Juli 2024 materi kelima yang dibawakan adalah materi Manajemen Luka Bakar oleh dokter Wafa Sofia Fitri. Pada pemaparan materi ini diajarkan mulai dari pembagian luka bakar berdasarkan tingkatan derajat serta ciri masing-masingnya, pembagian luka bakar berdasarkan penyebabnya, epidemiologi, faktor risiko, tatalaksana emergensi yang tepat dan cepat, serta trauma lain yang dapat ditimbulkan seperti trauma inhalasi.
Materi terakhir merupakan materi Kegawatdaruratan Sehari-hari oleh kak Syarifah Fauziyah S.Ked yang merupakan anggota purna dan mantan ketua divisi Diklat USMR, yang juga mengisi materi ini pada kegiatan dikdas tahun lalu. Materi mencakup bahasan klasifikasi luka dan tatalaksana sederhana yang dapat dengan mudah diberikan. Kemudian ada sub materi cedera otot dan tulang, dimulai dari etiologi, klasifikasi, mekanisme, manifestasi klinis hingga tatalaksana. Lalu ada sindrom kompartemen, sport injury berupa strain dan sprain, serta choking yang merupakan kegawatdaruratan yang memang sering dijumpai di kehidupan sehari-hari oleh karenanya materi ini sangat bermanfaat.
Kegiatan Pendidikan Dasar terakhir berupa ujian yang dilaksanakan pada hari Senin 8 Juli 2024 di ruang keals 408 secara offline. Ujian dilakukan dalam bentuk ujian tulis sebanyak 50 butir soal campuran isian singkat dan pilihan ganda, dan dikerjakan oleh peserta selama 50 menit. Ujian dilakukan untuk menilai seberapa jauh pemahaman peserta terkait materi yang telah disampaikan dan sebagai syarat kelulusan untuk mengikuti kegiatan pendidikan selanjutnya. Namun tujuan utamanya adalah diharapkan setelah dilaksanakannya ujian, anggota inti USMR angkatan XVIII memiliki pengetahuan yang sama rata mengenai Basic Medical Sciences yang memang esensial bagi seluruh anggota USMR.